Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai memfinalisasi rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana dengan menyiapkan kawasan relokasi yang dinilai lebih aman dan layak huni. Upaya ini ditandai dengan peninjauan langsung Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, ke lokasi calon pembangunan huntap di Kecamatan Pauh.
Peninjauan dilakukan pada Sabtu (10/1/2026) di kawasan Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik. Area seluas 4,6 hektare tersebut diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan huntap bagi sekitar 300 kepala keluarga (KK) yang selama ini bermukim di wilayah rawan bencana, seperti zona merah dan bantaran sungai.
Langkah lapangan ini menjadi bagian penting dari proses perencanaan, mengingat pembangunan huntap tidak hanya menyangkut penyediaan rumah, tetapi juga keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang direlokasi.
Dalam kunjungan tersebut, Maigus Nasir didampingi oleh Dandim 0312/Padang, Asisten Pemerintahan, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pertanahan, dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Maigus Nasir menegaskan, penentuan lokasi huntap harus melalui kajian matang dan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Ia menyebutkan, setidaknya terdapat empat parameter utama yang menjadi acuan kelayakan lokasi, yakni aspek keamanan, aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur, serta dampak sosial dan ekonomi bagi warga.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa lokasi ini benar-benar aman dan layak bagi masyarakat. Dari hasil pantauan awal, kawasan Tanah Sungkai memiliki kontur lahan yang baik dan posisinya jauh dari aliran sungai, sehingga risiko banjir maupun longsor dapat ditekan,” ujar Maigus Nasir di sela peninjauan.
Selain faktor keamanan, Maigus Nasir juga menyoroti pentingnya kemudahan akses bagi warga yang nantinya direlokasi. Menurutnya, lokasi calon huntap di Pauh masih terhubung dengan kawasan permukiman yang telah berkembang.