Ia menegaskan bahwa penanganan pasca bencana kini berjalan paralel. Upaya tersebut meliputi relokasi warga, penyediaan hunian sementara dan hunian tetap, penyaluran bantuan, hingga penetapan zona rawan bencana sebagai dasar mitigasi jangka panjang.
“Kami bersama para relawan akan terus siaga dan hadir membantu warga setiap kali bencana terjadi, sembari mendorong percepatan penanganan sungai oleh pemerintah pusat, agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.
Dari kalangan akademisi, dukungan datang dari Rektor UPI YPTK Padang, Muhammad Ridwan. Ia menilai gotong royong menjadi pintu masuk untuk membangun tata kelola kebencanaan yang lebih modern dan terukur.
“Penanganan bencana ke depan harus didukung oleh asesmen berbasis digitalisasi data kebencanaan, manajemen bencana yang terukur, serta pengelolaan material galian yang memiliki regulasi yang jelas,” ujar Ridwan.
Dengan pendekatan yang menekankan kolaborasi, data, dan koordinasi lintas sektor, Pemko Padang berharap pengelolaan risiko bencana, mulai dari banjir bandang hingga berbagai bentuk bencana hidrometeorologi dapat lebih terkendali pada fase tanggap darurat maupun pasca bencana. (red)