Di Tengah Gempuran Media Sosial, Anak-Anak di Payakumbuh Justru Khatam Al-Qur'an

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 8 Januari 2026 | 10:43 WIB
Sebanyak 45 anak di lingkungan Taruko, Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Kota Payakumbuh mengikuti prosesi khatam Al-Qur'an. (Foto: Pemko Payakumbuh)
Sebanyak 45 anak di lingkungan Taruko, Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Kota Payakumbuh mengikuti prosesi khatam Al-Qur'an. (Foto: Pemko Payakumbuh)


Sumbardaily.com, Payakumbuh – Di saat gawai dan media sosial semakin mendominasi keseharian anak-anak, puluhan santri cilik di Kota Payakumbuh justru menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan keagamaan. Di lingkungan Taruko, Kelurahan Ikua Koto Dibalai, anak-anak berhasil menuntaskan bacaan Al-Qur'an melalui kegiatan Khatam Al Quran yang digelar di Masjid Ihsan Taruko, Rabu (7/1/2026).





Sebanyak 45 anak mengikuti prosesi khatam Al-Qur'an tersebut. Dari jumlah itu, 18 peserta laki-laki dan 27 peserta perempuan, seluruhnya berasal dari lingkungan Taruko dan kawasan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi mengaji masih tumbuh dan terjaga di tengah derasnya arus digital yang kerap menyita perhatian generasi muda.





Peringatan Khatam Al-Qur'an di Masjid Ihsan Taruko merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari pola pembinaan keagamaan masyarakat setempat, sekaligus sarana untuk menanamkan nilai-nilai religius sejak usia dini.





Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia pelaksana, para orang tua, hingga peserta khatam. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman.





“Semoga momentum ini semakin menumbuhkan kecintaan kita semua terhadap Al-Qur'an,” ujar Zulmaeta. Ia menegaskan bahwa khatam bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan pintu awal untuk memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.





Zulmaeta juga berpesan kepada para peserta agar tidak berhenti mengaji meskipun telah menyelesaikan bacaan Al-Qur'an. Menurutnya, membaca, memahami, dan mengajarkan Al-Qur'an memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berlandaskan nilai moral yang kuat.





Dalam kesempatan itu, Zulmaeta menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak pada masa kini. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, kata dia, membawa dampak besar terhadap pola kehidupan dan perilaku generasi muda.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X