Menurut Febriandi, penentuan lokasi tersebut didasarkan pada kondisi lingkungan yang dinilai membutuhkan pemulihan serius. Selain itu, kawasan DAS memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem sekaligus benteng alami untuk mengurangi risiko bencana, terutama banjir dan longsor.
Gerakan Rimbo Andalas Project dirancang sebagai upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah unsur akan dilibatkan dalam kegiatan ini, mulai dari mahasiswa, aktivis lingkungan, komunitas pemerhati alam, hingga dukungan dari pemerintah daerah.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang disebut telah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami berharap gerakan ini menjadi upaya bersama untuk memperbaiki kondisi ekologi, sehingga dampak kerusakan lingkungan dapat diminimalisir dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan,” ujar Febriandi.
Selain mengandalkan partisipasi relawan, panitia juga membuka ruang keterlibatan dari sektor swasta dan masyarakat umum. Dukungan dapat diberikan baik melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan penanaman pohon maupun melalui kontribusi material yang mendukung keberlangsungan program.
Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik rencana penanaman pohon yang diinisiasi oleh Rumah Aktivis Sejahtera. Ia menegaskan bahwa Pemko Padang siap memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut agar dapat berjalan berkelanjutan.
“Sebagai sebuah gerakan, tentu kegiatan ini harus dilakukan secara berkesinambungan. Penanaman pohon menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Fadly Amran.
Melalui gerakan Rimbo Andalas Project, Kota Padang diharapkan dapat menjadi contoh upaya kolaboratif dalam menghadapi persoalan kerusakan ekologis, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. (red)