Tanggap Darurat Berakhir, Agam Masuki Masa Pemulihan Pascabencana

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 6 Januari 2026 | 11:27 WIB
Warga melintasi jembatan darurat di Batang Mangui yang berada di Jorong Sini Air, Kecamatan Malalak Selatan, Kabupaten Agam. (Foto: Agam Media Center)
Warga melintasi jembatan darurat di Batang Mangui yang berada di Jorong Sini Air, Kecamatan Malalak Selatan, Kabupaten Agam. (Foto: Agam Media Center)


Sumbardaily.com, Agam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam secara resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana alam dan menetapkan masa transisi menuju pemulihan selama enam bulan ke depan. Keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam.





Penetapan tersebut disampaikan Bupati Agam Benni Warlis saat memimpin rapat evaluasi penanganan tanggap darurat bencana alam yang digelar di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (5/1/2026). Rapat ini menjadi momentum penting untuk menilai capaian penanganan darurat sekaligus merumuskan langkah strategis memasuki fase pemulihan pascabencana.





Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Agam Muhammad Lutfi AR, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat wilayah terdampak, serta unsur terkait lainnya yang terlibat langsung dalam penanganan bencana.





Dalam forum tersebut, masing-masing pihak memaparkan perkembangan terkini penanganan bencana, dampak yang ditimbulkan, serta berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan. Evaluasi dilakukan secara komprehensif untuk memastikan kesiapan daerah beralih dari fase tanggap darurat menuju masa transisi pemulihan.





Korban Meninggal 165 Orang, Puluhan Masih Hilang





Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, dalam laporannya mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat bencana mencapai 165 orang. Korban tersebut tersebar di sejumlah kecamatan terdampak.





Rinciannya, Kecamatan Malalak mencatat 16 korban meninggal dunia, Kecamatan Matur satu orang, Kecamatan Tanjung Raya 10 orang, Kecamatan Palupuah satu orang, Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan korban terbanyak yakni 136 orang, serta Kecamatan Ampek Nagari satu orang.





Selain korban meninggal dunia, BPBD Agam juga mencatat masih terdapat 37 orang yang dinyatakan hilang. Dari total korban meninggal, sebanyak 23 orang belum teridentifikasi, terdiri atas 18 jenazah utuh dan lima bagian tubuh yang masih dalam proses identifikasi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X