Sumbardaily.com, Padang - Gelombang banjir bandang yang terus berulang membuat sebagian warga Kompleks Griya Permata II, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, menyerah pada keadaan.
Di tengah curah hujan ekstrem yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) dua bulan terakhir, mereka memilih mengibarkan bendera putih di halaman rumah, sebuah simbol keputusasaan sekaligus pesan terbuka bahwa ancaman bencana sudah melewati batas kemampuan bertahan.
Dari data yang dihimpun, sedikitnya 12 rumah di kawasan itu dilaporkan hilang dan hanyut terseret luapan sungai. Arus deras yang dipicu hujan lebat membuat tanah di bantaran terkikis, sebelum akhirnya merobohkan satu per satu bangunan.
Video suasana tersebut pertama kali beredar di media sosial (medsos) melalui akun dengan nama pengguna @syfrhannisa, Minggu (4/1/2026), dan dengan cepat memantik perhatian publik.
Kondisi tersebut memunculkan keluhan warga yang merasa penanganan berjalan lambat. Mereka menilai setiap kali air surut, ancaman berikutnya sudah hadir kembali sebelum upaya mitigasi benar-benar terasa di lapangan.
Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, menyebut pihaknya telah mengirimkan surat resmi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V guna meminta penanganan. "Kewenangan teknis terkait pengendalian sungai berada di BWS," katanya.
Selain itu, laporan lengkap dampak bencana beserta dokumentasi juga disampaikan kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, untuk mendapatkan dukungan percepatan penanganan.