"Keberadaan anak-anak dan kaum lanjut usia (lansia) dalam rombongan evakuasi menjadikan penanganan lebih hati-hati, mengingat derasnya arus dan cuaca ekstrem yang masih mengancam," katanya
Operasi penyelamatan ini, kata Hendri, tidak hanya melibatkan BPBD Kota Padang. Unsur TNI/Polri, pihak kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat sekitar turut membantu di lapangan.
Bahkan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Muharlion dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Andree Harmadi Algamar juga berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung, memonitor penanganan bencana.
Di tengah intensitas hujan yang belum sepenuhnya mereda, BPBD kembali mengingatkan warga agar mewaspadai potensi banjir dan longsor, terutama yang tinggal di wilayah rawan.
Masyarakat diminta segera melapor jika membutuhkan bantuan, dengan menghubungi Call Center Padang Sigap di nomor 112 atau (0751) 778775.
Sebelumnya, Wali Kota Padang, Fadly Amran menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemko) untuk kembali bersiaga penuh. Menurutnya, kesiapsiagaan perlu diperkuat karena sebagian wilayah masih dalam tahap pemulihan.
“Data dari Pusdalops PB menunjukan pertumbuhan awan hujan sangat tinggi. Hal ini menimbulkan potensi hujan deras sejak hari ini sampai beberapa hari ke depan di Kota Padang. Kita yang belum pulih 100 persen kembali harus siaga bersama,” tutur Fadly. (red)