Hutama Karya Rampungkan 2 Jembatan Bailey, Akses Lintas Tengah Aceh Tenggara Pulih

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 31 Desember 2025 | 12:49 WIB
Hutama Karya merampungkan dua Jembatan Bailey di Aceh Tenggara untuk memulihkan akses Lintas Tengah dan mendukung pemulihan pascabencana. (Foto: Hutama Karya)
Hutama Karya merampungkan dua Jembatan Bailey di Aceh Tenggara untuk memulihkan akses Lintas Tengah dan mendukung pemulihan pascabencana. (Foto: Hutama Karya)


Sumbardaily.com, Aceh – Terputusnya akses jalan akibat bencana tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas sosial dan distribusi logistik masyarakat. Dalam konteks pemulihan pascabencana tersebut, PT Hutama Karya (Persero) mengambil peran strategis dengan merampungkan pemasangan dua Jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, guna memulihkan konektivitas pada jalur vital Lintas Tengah Sumatera.





Dua jembatan sementara yang dibangun tersebut adalah Jembatan Bailey Mengkudu dengan bentang 36 meter dan Jembatan Bailey Penanggalan sepanjang 48 meter. Keduanya berada pada ruas Jalan Lintas Tengah Kutacane–Blangkejeren yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat serta jalur utama distribusi logistik dan bantuan selama masa pemulihan pascabencana.





Pemasangan dilakukan di dua lokasi berbeda. Jembatan Mengkudu berlokasi di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah, sedangkan Jembatan Penanggalan berada di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe. Kedua titik tersebut sebelumnya mengalami gangguan akses akibat kerusakan jembatan, sehingga aktivitas warga harus mengandalkan lintasan darurat yang berisiko dan terbatas.





Jembatan Bailey Mengkudu mulai dapat dilintasi kendaraan pada Selasa (23/12/2025), setelah dikerjakan selama 15 hari. Sementara itu, Jembatan Bailey Penanggalan mulai difungsikan pada Minggu (28/12/2025), dengan waktu pelaksanaan yang relatif lebih singkat, yakni enam hari. Berfungsinya kedua jembatan ini menjadi titik penting dalam pemulihan arus lalu lintas di kawasan terdampak.





Dari sisi teknis, Jembatan Mengkudu memiliki panjang 36 meter, lebar efektif 3,7 meter, serta tinggi rangka (truss) 2,4 meter. Struktur tersebut dirancang mampu menahan beban kendaraan hingga 40 ton, sehingga dapat dilalui kendaraan angkutan, termasuk truk logistik. Jembatan ini dipasang di atas box culvert pada aliran air pegunungan yang bermuara ke Sungai Alas.





Adapun Jembatan Penanggalan memiliki bentang lebih panjang, yakni 48 meter, dengan lebar efektif yang sama, 3,7 meter, dan tinggi truss mencapai 3,25 meter. Dengan kapasitas beban maksimum 40 ton, jembatan ini mendukung kelancaran angkutan logistik dan mobilitas masyarakat. Lokasinya berada pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas, yang sebelumnya sempat memutus akses darat warga.





Sebelum kedua jembatan tersebut dapat difungsikan, masyarakat harus menggunakan lintasan sementara. Di Mengkudu, akses dilakukan melalui jalur darurat di sisi box culvert, sementara di Penanggalan, warga melintas di atas box culvert eksisting. Kondisi tersebut membatasi pergerakan dan meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X