Pemeriksaan mencakup pondasi, pilar, abutmen, gelagar, hingga lantai jembatan yang berpotensi terpengaruh oleh aliran air dan material longsoran saat banjir bandang terjadi.
Setiap komponen diperiksa untuk memastikan fungsinya tetap optimal dan tidak menimbulkan risiko bagi lalu lintas.
Selain struktur jembatan, tim teknis juga melakukan penilaian terhadap stabilitas tanah di sekitar pilar dan abutmen.
Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak terjadi penurunan atau pergeseran tanah yang dapat membahayakan konstruksi jembatan dalam jangka pendek maupun panjang.
Sebagai langkah pengamanan sementara, BPJN Sumbar memberlakukan skema operasional terbatas pada Jembatan Kembar Padang Panjang.
Dalam pengaturan tersebut, satu sisi jembatan tetap dibuka untuk melayani arus lalu lintas, sementara sisi lainnya ditutup sementara untuk mendukung proses inspeksi lanjutan dan pengamanan struktur.
“Untuk sementara, jembatan dioperasikan dengan skema terbatas, di mana sisi A dibuka untuk lalu lintas, sementara sisi B ditutup sementara guna mendukung proses inspeksi dan pengamanan struktur,” ujar Elsa Putra Friandi.
Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di Sumbar sekaligus memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas selama proses evaluasi dan penguatan struktur jembatan berlangsung. (red)