Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang, Winarno, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia tahun 2025 mengusung tema Belajar Sepanjang Hayat: Menghadirkan Lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus pemberdayaan agar para lansia tetap memiliki peran sosial di tengah masyarakat.
Menurut Winarno, keberadaan Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian di usia senja.
“Sekolah Lansia hadir sebagai wadah pembelajaran dan pemberdayaan. Kami ingin memastikan para lansia tetap aktif, sehat, dan merasa dihargai, sekaligus mampu menjalani masa tua dengan lebih mandiri dan bermartabat,” katanya.
Semangat tersebut dirasakan langsung oleh para peserta. Salah seorang wisudawan tertua, Yusnidar (82), mengaku keikutsertaannya di Sekolah Lansia memberinya energi baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ia merasa usia lanjut justru menjadi alasan untuk terus belajar dan bersosialisasi.
“Walaupun usia saya sudah lanjut, saya merasa lebih bersemangat, banyak belajar hal baru, dan mendapatkan banyak teman. Sekolah Lansia ini membuat saya tetap aktif dan merasa diperhatikan,” ungkap Yusnidar.
Melalui Sekolah Lansia, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap para lansia tidak hanya menjadi objek pelayanan, tetapi juga subjek pembangunan yang tetap berdaya sesuai kemampuan.
Wisuda ini menjadi pengingat bahwa keinginan untuk belajar tidak pernah pensiun, dan masa tua tetap bisa dijalani dengan sehat, aktif, serta penuh makna. (red)