Dharmasraya Rayakan HUT ke-22 dengan Masak 2 Ton Rendang untuk Korban Bencana

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 23 Desember 2025 | 22:26 WIB
Organisasi Perempuan di Dharmasraya memasak rendang untuk korban bencana saat peringatan Hari Jadi Dharmasraya ke-22. (Foto: Istimewa)
Organisasi Perempuan di Dharmasraya memasak rendang untuk korban bencana saat peringatan Hari Jadi Dharmasraya ke-22. (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com, Dharmasraya – Kabupaten Dharmasraya memilih cara berbeda dalam memperingati hari jadinya yang ke-22. Di tengah maraknya bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mengalihkan perayaan ulang tahun daerah menjadi aksi kemanusiaan dengan memasak lebih dari dua ton rendang untuk korban bencana.





Kegiatan yang digelar pada Senin (22/12/2025) itu dikemas dalam gerakan bertajuk Dharmasraya Peduli. Ribuan warga bersama jajaran pemerintah daerah berkumpul di halaman belakang Kantor Bupati Dharmasraya, yang disulap menjadi dapur raksasa. Kepulan asap dari tungku kayu bakar menjadi penanda dimulainya proses memasak rendang secara massal.





Sebanyak 134 tungku disiapkan untuk mengolah daging berkualitas tinggi. Setiap tungku diisi sekitar 15 kilogram daging yang dimasak secara tradisional hingga menghasilkan rendang siap saji yang tahan lama. Dari proses ini, ditargetkan sebanyak 4.000 paket rendang berukuran 500 gram akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana.





Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menegaskan, perubahan konsep peringatan HUT ke-22 merupakan wujud empati pemerintah daerah terhadap penderitaan warga di daerah lain yang tengah dilanda bencana. Menurutnya, perayaan ulang tahun daerah tidak harus selalu diisi dengan seremoni, melainkan bisa dimaknai melalui aksi sosial yang memberi manfaat nyata.





“Dalam suasana duka akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera, peringatan HUT ke-22 Kabupaten Dharmasraya kami arahkan pada kegiatan yang memiliki nilai sosial dan religius, meskipun tetap dihiasi dengan kegiatan seni bernilai budaya,” ujar Annisa saat meninjau langsung proses memasak rendang.





Annisa tidak hanya hadir memberikan arahan, tetapi juga turut membaur bersama masyarakat, khususnya kaum ibu yang mengaduk rendang di depan tungku. Ia merasakan langsung panasnya api dan pedihnya mata akibat asap kayu bakar demi memastikan proses memasak berjalan optimal dan kualitas rendang tetap terjaga.





Gerakan Dharmasraya Peduli mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur Forkopimda. DPRD, Kejaksaan Negeri, Kepolisian, TNI, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut hadir dan terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lintas lembaga ini memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Dharmasraya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X