Untuk mengendalikan kobaran api, enam unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi dengan dukungan sekitar 80 personel.
Penanganan melibatkan petugas Damkar Kota Padang, unsur TNI, PLN, aparat kecamatan, serta Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Air Tawar Barat.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, menjelaskan kebakaran berdampak pada area seluas lebih kurang 800 meter persegi.
Selain bangunan yang terbakar, terdapat 12 bangunan lain di sekitar lokasi yang sempat terancam terdampak, terdiri dari delapan toko dan empat rumah hunian, dengan luas area terancam mencapai 2.500 meter persegi.
“Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai lebih kurang Rp1 miliar, sehingga potensi kerugian yang lebih besar dapat dicegah,” kata Rinaldi.
Meski menyebabkan kerusakan fisik cukup besar, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Sebanyak satu kepala keluarga dengan tiga penghuni terdampak langsung, namun tidak ada warga yang harus mengungsi.
Bangunan yang mengalami kerusakan berat meliputi sembilan toko, antara lain usaha bubur ayam, mie ayam, makanan kucing, toko sepatu, karangan bunga, makanan mochi, ayam geprek, nasi goreng, serta toko P&D. Sementara itu, satu rumah hunian mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.
Adapun pemilik bangunan yang terdampak di antaranya Maklis, Rina Yulianti, Naldi, Herman Hakim, dan David Son, yang seluruhnya merupakan warga setempat dan pelaku usaha di kawasan tersebut.