Upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, BPBD Kota Padang, serta dibantu masyarakat setempat. Fokus pencarian diarahkan ke aliran sungai kecil yang melintasi kawasan permukiman Kampung Apar, yang diduga menjadi jalur terseretnya korban saat banjir terjadi.
Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing merupakan seorang perempuan berusia 60 tahun dan seorang balita berusia 3 tahun, warga RT 02 RW 04 Kampung Apar, Kelurahan Ikur Koto. Dugaan bahwa keduanya terseret arus semakin kuat setelah sebelumnya ayah dari balita tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Tim pencari menyisir bantaran dan badan sungai, termasuk area yang dipenuhi semak belukar, material banjir, serta tumpukan kayu. Kondisi aliran sungai yang menyempit membuat proses pencarian harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Sejak pagi hari, petugas menelusuri titik-titik rawan tempat material banjir menumpuk. Arus sungai yang masih cukup kuat serta air yang keruh menjadi tantangan dalam proses pencarian, sehingga penyisiran dilakukan secara berulang untuk memastikan tidak ada area yang terlewat.
Pencarian juga diperluas hingga ratusan meter ke arah hilir, mengingat kuatnya arus banjir saat kejadian. Warga setempat turut membantu dengan membuka akses semak belukar dan mengarahkan petugas ke lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan selama kondisi memungkinkan. Penambahan personel disiapkan jika diperlukan, dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan dan memberikan kepastian bagi keluarga serta masyarakat sekitar yang terdampak bencana banjir bandang di Kota Padang. (red)