Kondisi geografis yang sulit, material longsoran yang tebal, serta akses yang terbatas membuat penyisiran membutuhkan waktu lebih lama. Di sisi lain, 26 korban masih menjalani perawatan medis akibat berbagai luka yang mereka alami saat banjir bandang menerjang pemukiman.
Polda Sumbar menyatakan bahwa operasi pencarian dan identifikasi akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan. Aparat mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke posko pencarian terdekat dan memberikan informasi pendukung guna mempercepat proses identifikasi.
Gibran, dalam tinjauannya, disebut ingin memastikan bahwa pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tim relawan mendapatkan dukungan penuh dari pusat, terutama terkait logistik, evakuasi, serta penanganan penyintas. Kabupaten Agam menjadi salah satu fokus penanganan mengingat tingginya korban jiwa dan besarnya kerusakan yang ditimbulkan.
Upaya pemulihan disebut akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pencarian korban yang masih hilang hingga pemenuhan kebutuhan dasar penyintas. Pemerintah pusat juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang.
Dengan jumlah korban yang terus bertambah, bencana banjir bandang di Sumbar kini menjadi salah satu peristiwa paling memilukan dalam beberapa tahun terakhir. (red)