Selain itu, Prabowo juga meninjau area trauma healing yang disiapkan untuk anak-anak. Di lokasi ini, sejumlah relawan psikososial menggelar aktivitas kreatif dan edukatif untuk membantu pemulihan psikologis anak setelah mengalami peristiwa traumatis akibat bencana.
“Walaupun saudara di tempat yang susah, sedang mengalami musibah, tapi semangatmu luar biasa,” ujarnya di hadapan warga dan para pengungsi.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah bergerak secara terkoordinasi, melibatkan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, hingga para relawan yang bekerja di lapangan.
“Pemerintah Republik Indonesia adalah pemerintah milik rakyat. Kita bekerja untuk rakyat, kita berbakti untuk rakyat, kita akan mengelola, menjaga kekayaan negara, supaya bisa membantu rakyat. Untuk itu marilah kita saling membantu, marilah kita bersatu, sama-sama menghadapi masa susah, dan sama-sama nanti menyongsong masa lebih baik,” katanya.
Selain Sumbar, Prabowo sebelumnya telah meninjau wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, ia memastikan ketersediaan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan transportasi udara bagi wilayah yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat.
Pada beberapa daerah yang masih terisolasi, terutama akibat jembatan putus atau akses tertimbun material longsor, Prabowo menegaskan bahwa jalur udara tetap menjadi opsi utama penyaluran bantuan. “Masih ada ya. Isolasi kita terpaksa lewat udara. Tapi bisa ditembus semua pakai udara,” sebutnya. (red)