Satu dari dua jembatan di lokasi telah dapat dilalui kendaraan, sementara akses lainnya masih ditutup karena pembersihan material belum tuntas. Dari bangunan musala yang ikut terdampak, tim juga mengamankan sejumlah barang yang dinilai masih dapat digunakan.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, yang berada di lokasi evakuasi, meminta masyarakat dan keluarga korban agar menjauh dari area rawan. Ia menegaskan bahwa kondisi tanah masih belum stabil dan pihaknya mengutamakan keselamatan setiap orang yang berada di lapangan.
“Kami meminta keluarga korban dan warga yang ingin melihat proses evakuasi agar menunggu di titik aman. Tim gabungan bekerja tanpa henti untuk menuntaskan penyisiran dan memastikan semua korban dapat ditemukan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujarnya.
Hendri Arnis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP Damkar, Basarnas, PMI, Dinkes, hingga relawan. Menurutnya, kerja terkoordinasi dari berbagai pihak membuat proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat.
Dari sisi penanganan identifikasi, Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro meninjau posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk memastikan proses berjalan sesuai standar.
Ia menjelaskan bahwa ketiga jenazah saat ini berada di ruang forensik RSUD Padang Panjang dan sedang melalui prosedur identifikasi oleh Tim DVI gabungan.
Tim tersebut terdiri dari Biddokkes, unit identifikasi Satreskrim Polres Padang Panjang, dan pihak RSUD. Kapolres mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga akibat sapuan banjir bandang dan longsor di Jembatan Kembar Silaing Bawah agar segera menghubungi pihak rumah sakit untuk memastikan informasi lebih lanjut. (red)