Ia menekankan bahwa keselamatan warga satuan pendidikan tidak boleh dikompromikan. Guru tetap diharapkan menyediakan layanan belajar yang terstruktur melalui platform digital agar hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan tidak terganggu.
Ia menilai, keputusan kepala sekolah menjadi bagian krusial dari mekanisme penanganan darurat karena mereka memiliki pemahaman paling dekat terhadap situasi wilayah masing-masing.
Dengan koordinasi yang baik, ia berharap sistem pembelajaran daring dapat berjalan efektif meskipun berada dalam kondisi tidak ideal.
Pemprov Sumbar juga memastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil selama masa tanggap darurat berorientasi pada perlindungan warga.
Di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang meningkat, penyesuaian pembelajaran menjadi salah satu langkah untuk mengurangi potensi korban serta menghindari kegiatan luar ruang yang berisiko bagi pelajar dan tenaga pendidik.
Pemprov Sumbar meyakini langkah ini perlu diambil untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat. (adl)