"Keduanya berasal dari Jembatan Kembar. Korban lain, Ilmi Yanti (45), warga Malai III Koto, Sungai Garinggiang, juga dirawat dengan kondisi luka-luka," katanya.
Salah satu keluarga korban di RS YARSI, kata Kartyana, melaporlan masih ada anggota keluarga lain yang belum ditemukan.
"Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian di sekitar bantaran sungai dan jalur material banjir bandang," katanya.
Sementara itu, satu korban lainnya, Arman Arapika (45), sopir asal Ujung Tanah, Malai III Koto, dirawat di RSUD Padang Panjang. Seluruh korban dinyatakan selamat, namun masih dalam pemantauan medis dan membutuhkan penanganan lanjutan.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Tagana, tenaga medis, dan unsur pemerintah daerah terus melakukan evakuasi serta penelusuran di lokasi terdampak.
"Jalur yang sebelumnya ditutup kini berada dalam pengawasan ketat, dengan police line terpasang di beberapa titik rawan. Rekayasa lalu lintas tetap diterapkan untuk mencegah risiko tambahan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut," kata Kapolres Padang Panjang.
Petugas juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai serta wilayah rawan longsor agar tetap waspada terhadap cuaca yang tidak menentu.
Peningkatan debit air, hujan berkelanjutan dan kondisi tanah yang labil menjadi faktor yang dapat kembali memicu banjir bandang maupun longsor susulan.