Kerusakan pada infrastruktur jalan juga ditemukan, salah satunya putusnya akses sepanjang 60 meter di Pauh Lambung Bukit. Selain itu, delapan intake Perumda Air Minum (Perumda AM) Padang turut rusak akibat derasnya aliran sungai dan material longsor.
Akibat kerusakan tersebut, sekitar 100.000 pelanggan Perumda AM Kota Padang terdampak krisis air bersih sejak dua hari terakhir. Warga di sejumlah kecamatan terpaksa bergantung pada sumber air alternatif sembari menunggu perbaikan jaringan pasokan.
Puluhan Ribu Warga Terdampak
Secara keseluruhan, BPBD mencatat sebanyak 27.138 jiwa terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi ini. Hendri menyebut, seluruh personel BPBD, perangkat daerah, serta unsur TNI–Polri terus dimobilisasi untuk percepatan penanganan di lapangan.
Dengan penetapan status Tanggap Darurat selama 14 hari, Pemko Padang memiliki dasar hukum untuk melakukan langkah cepat, termasuk pengerahan sumber daya, distribusi bantuan, dan percepatan rehabilitasi fasilitas umum maupun akses vital bagi masyarakat. (red)