Namun, terkait laporan mengenai hilangnya sinyal telepon, Roza memberikan keterangan yang berbeda dari warga. “Sinyal masih ada di sana,” ujarnya.
Meski demikian, Roza mengakui bahwa ada persoalan teknis yang bisa memengaruhi kualitas jangkauan, terutama di wilayah yang kontur geografisnya curam.
Ia menjelaskan bahwa sebuah BTS baru telah dioperasikan pada 2024 di Nagari Tigo Koto Silungkang, tetapi pihaknya belum dapat memverifikasi apakah cakupan sinyal benar-benar menjangkau Jorong Silungkang.
“Kita belum cek lapangan apakah jangkauan BTS tersebut sampai ke Jorong Silungkang,” katanya.
Untuk pemulihan jaringan listrik, Diskominfo menerima informasi bahwa tim PLN belum dapat melakukan perbaikan akibat akses yang tertutup material longsor.
“Belum bisa diakses karena longsor. Info dari tim PLN juga belum bisa recovery jaringannya di sana,” sebut Roza.
Situasi di Tigo Koto Silungkang menunjukkan besarnya peran infrastruktur dasar seperti jaringan komunikasi dan listrik dalam respons bencana.
Selama akses ini belum pulih, kekhawatiran keluarga perantau akan terus berlanjut, sementara tim teknis di lapangan masih berjuang menembus lokasi terdampak yang rusak berat. (red)