Ia memastikan laporan resmi telah diteruskan kepada Pusat Kendali Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kota Padang.
"Namun yang jelas, kami sudah melaporkan kejadian tersebut ke Pusat Kendali Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kota Padang," katanya.
Hingga berita ini dirampungkan, belum ada penjelasan terkait penyebab pasti amblasnya tanah maupun hasil pemeriksaan lanjutan terkait potensi pergerakan tanah susulan.
Berdasarkan data sementara, rumah tersebut dihuni satu Kepala Keluarga (KK) dengan nama Maiyudin (70), bersama istri dan dua orang anak.
Belum ada laporan korban jiwa maupun cedera, tetapi kondisi struktur bangunan dinilai berpotensi berbahaya apabila cuaca buruk berlanjut.
Fenomena tanah amblas ini menambah daftar kejadian yang dipicu cuaca ekstrem di Kota Padang dalam beberapa hari terakhir.
Intensitas hujan tinggi yang terus terjadi membuat sejumlah wilayah rentan terhadap bencana, termasuk banjir, pergerakan tanah hingga kerusakan infrastruktur. (adl)