Operasi penyelamatan ini terjadi di tengah rentetan kejadian bencana lain di Kabupaten Agam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, membenarkan bahwa setidaknya empat jenis bencana terjadi berurutan dalam 24 jam terakhir, mulai dari banjir bandang, pohon tumbang, hingga jalan amblas.
“Hujan deras membuat sungai meluap dan merusak badan jalan Kampuang Pasia-Lurah Dalam sepanjang 25 meter dengan kedalaman amblas mencapai 2,5 meter,” katanya.
Di sejumlah titik lain, banjir telah merendam rumah warga, memutus akses jalan, menimbun kolam dan sawah, hingga merusak fasilitas publik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik.
BMKG: Cuaca Ekstrem Akan Berlanjut
Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi kombinasi Monsun Asia, Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, gelombang Rossby Ekuatorial, dan anomali suhu muka laut hangat.