"Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, risiko pohon besar yang berada dekat permukiman warga, terutama saat musim penghujan tiba terus mengintai. Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang," katanya.
Layanan masyarakat seperti Call Center Padang Sigap 112, nomor pengaduan (0751) 778775, dan layanan WhatsApp di 0858-9152-2181 dapat dihubungi apabila terjadi kondisi darurat serupa.
"BPBD memastikan akan terus memantau daerah rawan bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama memasuki periode cuaca ekstrem," katanya.
Monsun Asia
Sumatera Barat (Sumbar) kembali berada dalam periode cuaca buruk yang perlu diwaspadai. Berdasarkan analisis meteorologi terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mencatat wilayah tersebut saat ini berada dalam pengaruh kuat Monsun Asia.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung pada 21 hingga 27 November 2025 dan menjadi penyebab utama meningkatnya hujan deras serta fenomena cuaca ekstrem di sejumlah kawasan Sumbar belakangan ini.
Monsun Asia atau angin muson adalah pola angin musiman yang bergerak dari wilayah daratan benua Asia menuju Samudra Hindia ketika memasuki musim basah.
Pada fase menguat seperti saat ini, monsun membawa suplai udara lembap dalam jumlah signifikan dari Samudra Hindia ke Indonesia, termasuk Sumatera Barat.