Dinkes Padang Klaim Kasus HIV Turun Drastis, Benarkah?

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 21 November 2025 | 17:01 WIB
Ilustrasi HIV (Foto: Freepik)
Ilustrasi HIV (Foto: Freepik)



Selain itu, temuan kasus juga berasal dari tujuh puskesmas seperti Puskesmas Seberang Padang, Andalas, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Buaya, Ulak Karang, Pauh, serta Lubuk Begalung, dan satu kasus dari Klinik Cemara PKBI.





Menurut Srikurnia, turunnya kasus baru HIV tidak lepas dari pelaksanaan skrining yang terus diperluas. Edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS juga gencar dilakukan di sekolah, kampus, dan komunitas masyarakat. Kelompok dengan risiko tinggi menjadi sasaran utama pemeriksaan untuk mendorong deteksi dini.





"Kami juga melakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam bentuk workshop dan pelatihan mengenai HIV ataupun Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk melakukan peningkatan keterlibatan fasilitas pelayanan kesehatan swasta dan sektor terkait, serta memperkuat jejaring internal dan eksternal dalam penanggulangan HIV dan IMS," ucap Srikurnia.





Ia menambahkan bahwa penurunan kasus baru di Padang juga dipengaruhi oleh semakin aktifnya layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV di kabupaten/kota lain. Ketika daerah lain mulai membuka akses testing secara lebih luas, beban temuan kasus yang biasanya mengalir ke Kota Padang ikut berkurang.





Meski angka kasus menunjukkan tren positif, Dinkes Padang tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Risiko penularan HIV/AIDS masih ada, terutama pada mereka yang memiliki perilaku berisiko. Srikurnia mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dengan cara menjauhi seks bebas serta tetap setia pada pasangan.





"Tetap lakukan testing HIV secara gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit. Bagi yang sudah terinfeksi HIV agar patuh dan teratur mengonsumsi obat dan jangan menularkan kepada orang lain," imbaunya.





Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV). Dukungan emosional dan pengawasan konsumsi obat menjadi faktor penting agar pasien dapat mempertahankan kualitas hidup.





Selain itu, ia kembali menegaskan pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X