LKAAM Sumbar Ungkap Bahasa Minang Terancam Punah dalam 20 Tahun, Ini Penyebabnya

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 21 November 2025 | 15:30 WIB
Rumah Gadang dan Rangkiang di Istano Baso Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar, salah satu ikon wisata Sumbar. (Foto: Dok. Sumbar Daily)
Rumah Gadang dan Rangkiang di Istano Baso Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar, salah satu ikon wisata Sumbar. (Foto: Dok. Sumbar Daily)


Sumbardaily.com, Padang - Bahasa dan budaya Minangkabau kembali menjadi sorotan dalam sebuah diskusi buku yang digelar secara dalam jaringan (daring) atau online pada Kamis (20/11/2025).





Diskusi tersebut menegaskan bahwa bahasa Minang terancam kehilangan penutur jika tidak diwariskan sejak dini kepada generasi muda.





Kekhawatiran ini mencuat seiring minimnya penggunaan bahasa Minang di keluarga maupun lingkungan pendidikan.





Diskusi tersebut membahas buku Palajaran Muatan Lokal Kaminangkabauan karya Fredrik Tirtosuryo Esoputro Sutan Mantari.





Kegiatan dibuka oleh Ketua DPD SatuPena Sumatera Barat (Sumbar) Sastri Bakry, dan menghadirkan sejumlah tokoh budaya, akademisi serta guru muatan lokal Minangkabau.





Sastri Bakry mengatakan, buku yang ditulis dalam bahasa Minang itu memiliki nilai penting karena semakin jarang ditemui karya serupa.





Menurutnya, karya semacam ini bisa menjadi pemantik untuk memperluas pelestarian bahasa dan budaya Minangkabau melalui literasi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X