“Kita sangat berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima informasi lowongan kerja. Pastikan dulu kebenarannya sebelum mengambil keputusan. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang menjanjikan namun tidak jelas sumbernya, agar tidak menjadi korban penipuan yang justru merugikan diri sendiri dan keluarga,” tutup Chandra.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memperkuat edukasi publik serta memperketat pengawasan terhadap modus penipuan digital yang semakin beragam. Banyak warga, terutama dari luar daerah, masih rentan menjadi korban karena minim informasi, dorongan ekonomi, dan janji pekerjaan yang tidak realistis. (red)