Sumbardaily.com, Padang Pariaman – Arah kiblat di musala Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kini resmi dinyatakan telah sesuai standar Kementerian Agama (Kemenag) setelah melalui proses kalibrasi ilmiah oleh Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sumatera Barat (Sumbar).
Kepastian tersebut ditegaskan melalui penyerahan Sertifikat Kalibrasi Arah Kiblat yang untuk pertama kalinya diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, kepada pengelola BIM. Langkah ini menandai peningkatan standar layanan keagamaan di fasilitas publik strategis Sumatera Barat.
Prosesi penyerahan sertifikat berlangsung di Auditorium Istana Gubernur Sumbar baru-baru ini, kepada General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC BIM dan Kepala Kantor Otorita Bandar Udara Wilayah VI Padang. Acara tersebut turut disaksikan Staf Ahli Gubernur Nizam Ul Muluk, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa, serta jajaran Kemenag dari seluruh wilayah.
Standar Baru Fasilitas Ibadah di Bandara
Menag Nasaruddin Umar mengapresiasi inovasi Kemenag Sumbar dalam memastikan fasilitas ibadah publik memenuhi ketentuan syariat. Ia menegaskan bahwa ketepatan arah kiblat merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar dalam ibadah salat umat Islam.
“Arah kiblat adalah poin penting dalam ibadah umat muslim. Kalibrasi arah kiblat menjadi syarat mutlak kesempurnaan ibadah. Jika arah kiblat kurang tepat, tentu ibadahnya tidak sempurna,” ujarnya.
Kalibrasi arah kiblat di BIM, menurutnya, tidak hanya berdampak pada pengguna bandara, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menegakkan standar keagamaan di ruang publik yang menjadi pintu masuk wisatawan Muslim.
Program Kolaboratif Kemenag Sumbar–PHRI
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, menjelaskan bahwa inisiatif kalibrasi kiblat ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan PHRI Sumbar, yang sebelumnya difokuskan pada fasilitas hotel dan restoran. BIM menjadi salah satu titik strategis berikutnya dalam perluasan program tersebut.