Kondisi tersebut dapat dirasakan terutama oleh masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan rendah dekat garis pantai Sumatera Barat dan Mentawai.
BMKG Maritim Teluk Bayur meminta masyarakat pesisir tetap mencermati perkembangan kondisi cuaca dan dinamika pasang surut harian.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat kenaikan permukaan air laut dapat mengganggu aktivitas harian warga, termasuk nelayan, pedagang tepi pantai, serta pelaku usaha yang bergantung pada jalur perairan.
Prakirawan BMKG menyampaikan bahwa meskipun dampak banjir rob diperkirakan berskala ringan, kewaspadaan perlu dijaga untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca secara mendadak.
“Warga di wilayah tepi pantai diimbau bersikap waspada karena potensi banjir rob tetap ada, meskipun tidak berdampak signifikan,” demikian disampaikan BMKG Maritim Teluk Bayur dalam keterangan resminya.
Peringatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko di tengah pola cuaca yang dinamis dan potensi gangguan aktivitas masyarakat pesisir.
Dengan informasi yang lebih dini, diharapkan warga dapat mengambil langkah antisipasi agar kegiatan mereka tidak terdampak oleh kondisi pasang tinggi yang diperkirakan terjadi selama periode tersebut. (adl)