Berdasarkan hasil pendataan awal, total kerugian materi akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp20 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp5 miliar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Aktivitas kantor induk PLN UID Sumbar juga dipastikan tetap berjalan normal setelah proses pendinginan dan pemeriksaan lokasi selesai dilakukan.
"Kebakaran ini sempat membuat panik sejumlah pegawai yang tengah bekerja di gedung sekitar, namun situasi berhasil dikendalikan dengan cepat. Sekitar 300 karyawan sempat diminta menjauh dari area kebakaran sebagai langkah antisipasi penyebaran api," katanya.
Budi tak menampik bahwa petugas Damkar menghadapi tantangan tersendiri di lapangan karena akses jalan menuju area kejadian tergolong sempit dan berada di lingkungan perkantoran padat.
“Koordinasi di lapangan berjalan sangat baik. Kami juga mengapresiasi reaksi cepat pihak PLN yang segera mengosongkan area sekitar dan memberikan akses penuh bagi petugas untuk bekerja,” katanya.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim Damkar bersama pihak PLN melakukan pendinginan dan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Sementara itu, pihak PLN UID Sumbar akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menyelidiki penyebab kebakaran secara lebih detail.
"Kebakaran gudang arsip ini menjadi peringatan penting bagi institusi dan perkantoran lainnya untuk memperhatikan sistem keamanan, penyimpanan dokumen serta prosedur tanggap darurat kebakaran," tuturnya.