Sumbardaily.com, Padang – Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan tren positif di sektor perdagangan luar negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat nilai ekspor asal provinsi tersebut sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai 2,09 miliar dolar AS, meningkat 35,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 1,53 miliar dolar AS.
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, mengatakan kenaikan ekspor ini didorong oleh peningkatan kinerja sejumlah komoditas unggulan, terutama di sektor industri pengolahan dan pertanian.
“Pertumbuhan ekspor Sumbar cukup signifikan tahun ini. Komoditas berbasis minyak kelapa sawit dan buah-buahan menjadi pendorong utama,” ujarnya di Padang, Kamis (6/11/2025).
Pada September 2025 saja, nilai ekspor Sumbar tercatat 181,71 juta dolar AS, naik 34,02 persen dibandingkan September tahun sebelumnya. Dari sepuluh komoditas utama, sebagian besar mencatatkan peningkatan nilai ekspor. Golongan buah-buahan (HS08) menjadi yang tertinggi, melonjak 63,66 persen atau senilai 14,87 juta dolar AS.
Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) juga menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 42,79 persen, mencapai 1,74 miliar dolar AS. Sementara itu, ekspor karet dan produk turunannya meningkat 13,77 persen menjadi 68,23 juta dolar AS, dan berbagai produk kimia naik 58,99 persen menjadi 67,89 juta dolar AS.
Selain itu, komoditas garam, belerang, dan kapur (HS25) naik 11,02 persen, serta ampas atau sisa industri makanan meningkat 33,89 persen menjadi 23,87 juta dolar AS.
Namun, tidak semua komoditas mencatat kinerja positif. Beberapa justru turun, seperti bahan-bahan nabati yang merosot 7,98 persen, sari bahan samak dan celup turun 21,25 persen, kopi, teh, dan rempah-rempah turun 7,60 persen, serta minyak atsiri dan kosmetik turun 5,38 persen.