Sesar Sumatera dan Zona Subduksi Jadi Pemicu 57 Gempa di Sumbar dalam Sepekan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 10:19 WIB
Epicenter gempa bumi yang mengguncang Sumbar pada periode 10 hingga 16 Oktober 2025. (Foto: BMKG Padang Panjang)
Epicenter gempa bumi yang mengguncang Sumbar pada periode 10 hingga 16 Oktober 2025. (Foto: BMKG Padang Panjang)


Sumbardaily.com, Padang – Aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang pertengahan Oktober 2025. Berdasarkan data Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang, tercatat sebanyak 57 kali gempa bumi terjadi selama periode 10 hingga 16 Oktober 2025.





Gempa tersebut umumnya dipicu oleh dua sistem tektonik utama yang mendominasi wilayah ini, yakni zona subduksi dan Sesar Sumatera. Keduanya dikenal sebagai sumber utama aktivitas seismik di kawasan pantai barat Sumatera.





“Selama periode ini, terdapat lima kali gempa yang dirasakan masyarakat, dengan intensitas antara I hingga III MMI,” tulis BMKG Padang Panjang dalam laporan resminya.





Mayoritas Gempa Berkedalaman Dangkal





Dari hasil analisis, sebagian besar guncangan yang terjadi memiliki kedalaman dangkal, yaitu kurang dari 60 kilometer. Jenis gempa seperti ini biasanya terkait dengan aktivitas sesar aktif di daratan, sehingga potensi getarannya dapat dirasakan lebih kuat di permukaan.





BMKG mencatat, 54 gempa berada pada kedalaman di bawah 60 kilometer, sementara tiga gempa lainnya terjadi di kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer. Tidak ada gempa yang tercatat dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer selama periode tersebut.





Selain itu, dari sisi kekuatan, gempa bumi yang terjadi didominasi oleh magnitudo rendah. Sebanyak 43 gempa tercatat di bawah M3, sedangkan 14 gempa lainnya berada di kisaran M3 hingga M5. Tidak ada aktivitas seismik dengan magnitudo di atas M5 yang terekam sepanjang minggu itu.





Namun, BMKG mencatat magnitudo maksimum sebesar M4,0 dan magnitudo minimum M1,5, dengan kedalaman yang bervariasi antara 1 kilometer hingga 162 kilometer.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X