Sumbardaily.com, Jakarta - Presiden RI, Prabowo Subianto resmi melantik 25 pejabat negara dan 10 Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Dari rangkaian pelantikan tersebut, langkah strategis pemerintah dalam merombak struktur kelembagaan ekonomi nasional mencuri perhatian, yakni pembubaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia dan pembentukan Badan Pengaturan (BP).
Transformasi kelembagaan ini menandai perubahan besar dalam tata kelola BUMN. Peran negara sebagai operator langsung kini bergeser menjadi pengatur dan pengawas, dengan harapan BUMN dapat bergerak lebih profesional, efisien, dan kompetitif.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden menunjuk Dony Oskaria, putra Minangkabau yang dikenal luas dalam dunia korporasi sebagai Kepala BP BUMN pertama.
Ia didampingi oleh Aminudin Ma'ruf dan Teddy Barata sebagai wakil kepala. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 109P tahun 2025.
“Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tapi pergantian paradigma dalam pengelolaan aset negara. Kita ingin BUMN menjadi mesin pembangunan yang lebih kuat dan lincah,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Selain pelantikan BP BUMN, Presiden juga melantik sejumlah pejabat strategis lainnya.