Meski demikian, hingga kini penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa belum dapat dipastikan. Pemko Padang Panjang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
“Untuk memastikan apakah ini keracunan atau bukan, kami sudah mengirim sampel makanan ke laboratorium. Uji laboratorium dilakukan oleh Dinas Kesehatan,” jelas Nasrul.
Ia menambahkan, kejadian tersebut menjadi perhatian serius Pemko Padang Panjang. Pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk sistem penyediaan, pengawasan, dan distribusi makanan.
“Apakah gejala ini disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lain, semua akan dikaji secara menyeluruh. Pemerintah Kota akan melakukan evaluasi bersama lintas instansi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutur Nasrul. (ndi/red)