Transformasi digital pemerintahan, termasuk penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menempatkan AI dan Big Data sebagai pilar utama menuju smart government.
Penerapan teknologi ini mencakup perumusan strategi, pengukuran kinerja berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) hingga compliance check terhadap standar pelayanan publik.
Survei PwC (2024) menunjukkan, 76 persen pekerja di Indonesia meyakini teknologi generative AI akan meningkatkan efisiensi kerja dalam setahun ke depan. Lebih dari 50 persen juga melihat teknologi tersebut sebagai peluang untuk memperoleh keterampilan baru.
Fakta ini mempertegas pentingnya pelatihan bagi ASN agar mampu menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan berkualitas di tengah era digitalisasi global.
Chief Legal and Regulatory Officer IOH, Reski Damayanti menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Komdigi dalam menyiapkan ASN yang melek teknologi.
“Indosat Ooredoo Hutchison mendukung penuh inisiatif Komdigi dalam membekali ASN dengan kecakapan AI. Kesiapan aparatur negara dalam memanfaatkan teknologi ini akan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta transformasi digital global,” katanya.
Pelatihan ini mencakup berbagai topik, mulai dari pengenalan konsep dasar AI, prompt engineering, hingga strategi meningkatkan produktivitas kerja.
Materi disampaikan oleh pakar dari mitra global Indosat seperti Google dan McKinsey, dengan pendekatan berbasis praktik dan studi kasus sektor publik.