Sumbardaily.com, Mentawai — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Mateus Taileleu, seorang nelayan berusia 63 tahun yang dilaporkan hilang di perairan Dusun Mapinang, Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan, secara resmi dihentikan.
Tim SAR gabungan menemukan Mateus dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari.
Mateus dilaporkan hilang setelah sampan kayu berukuran sekitar tiga meter yang digunakannya terbalik.
Berdasarkan data cuaca saat insiden terjadi, kondisi perairan dilaporkan cerah berawan, namun gelombang mencapai ketinggian 1 hingga 1,5 meter dengan kecepatan angin 5-15 knot. Diduga, sampan Mateus terbalik akibat hantaman ombak yang tinggi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi, mengonfirmasi penemuan jasad korban pada hari kedua operasi SAR.
Korban ditemukan pada Senin, 8 September 2025, sekitar pukul 08.00 WIB, di koordinat 3° 8'54.80"S 100°16'53.50"E. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 5,5 kilometer atau 3 NM ke arah barat dari titik awal kejadian.
Setelah ditemukan, jasad Mateus segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa menuju rumah duka untuk disemayamkan. Pihak keluarga menerima jenazah dengan penuh duka.