Sumbardaily.com, Padang - Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, mengenang kembali pengalaman pahit saat gempa besar mengguncang Sumatera Barat (Sumbar) pada 30 September 2009 silam.
Peristiwa itu, menurutnya, menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi bencana, tidak hanya pada tahap darurat, tetapi juga pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kesaksian itu ia sampaikan ketika membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang di Hotel Kawana, Selasa (2/9/2025).
Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, tanggal 2 hingga 4 September 2025, diikuti oleh 35 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, serta unsur BPBD.
Dalam sambutannya, Maigus mengingatkan hadirin tentang betapa beratnya situasi Kota Padang kala itu.
Guncangan dengan magnitudo 7,6 merobohkan ratusan bangunan, menimbulkan korban jiwa, dan menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat.
“Waktu itu saya melihat sendiri kepanikan warga. Bangunan roboh, korban berjatuhan, dan rasa cemas merata di seluruh kota. Gempa 2009 bukan hanya merusak fisik, tapi juga melukai sosial dan psikologis masyarakat,” ujarnya.