Cara Aman Berkendara di Perlintasan Kereta Api agar Selamat dari Bahaya

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 19:09 WIB
Perlintasan Kereta Api (Foto: KAI)
Perlintasan Kereta Api (Foto: KAI)


Sumbardaily.com, Padang – Kecelakaan di perlintasan kereta api masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah di Indonesia. Insiden semacam ini kerap menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang besar. Sebagian besar kasus dipicu oleh kelalaian pengendara, rendahnya kedisiplinan dalam berlalu lintas, serta kondisi perlintasan yang tidak selalu dilengkapi fasilitas pengamanan memadai.





Fenomena yang paling sering dijumpai adalah pengendara yang nekat menerobos palang pintu meskipun sirene peringatan sudah berbunyi. Padahal, kereta api melaju dengan kecepatan tinggi, rata-rata 80 hingga 100 kilometer per jam, sehingga tidak memungkinkan untuk berhenti secara mendadak. Tindakan sembrono ini membuat risiko tabrakan semakin besar.





Berhenti Saat Alarm Kereta Berbunyi





Para pengendara disarankan untuk menghentikan kendaraan setidaknya lima meter sebelum palang pintu perlintasan ketika sirene berbunyi. Mengabaikan aturan tersebut hanya akan memperbesar potensi kecelakaan, sebab kereta api tidak memiliki ruang untuk melakukan pengereman mendadak.





Periksa Jalur Sebelum Melintas





Selain mengandalkan palang pintu, pengendara perlu memastikan sendiri bahwa jalur kereta benar-benar aman. Apabila di perlintasan tidak tersedia petugas penjaga ataupun sistem otomatis, berhentilah sejenak, tengok ke kiri dan kanan, lalu melintas hanya ketika benar-benar yakin jalur dalam kondisi kosong.





Jangan Paksakan Kendaraan





Banyak kecelakaan di perlintasan terjadi akibat pengemudi memaksa melintas meski jarak kereta sudah dekat. Hal ini sangat berisiko, terlebih bagi kendaraan besar atau bermuatan berat. Kesabaran untuk menunggu beberapa menit sampai kereta benar-benar melintas jauh lebih aman dibandingkan memaksakan diri.





Taat Rambu dan Marka Jalan





Rambu lalu lintas yang dipasang di sekitar perlintasan memiliki fungsi penting sebagai peringatan dini. Pengemudi diimbau tidak mengabaikan marka berhenti maupun aturan kecepatan. Berkendara terlalu cepat justru menyulitkan pengendara mengontrol kendaraan saat harus berhenti mendadak.





Hindari Gangguan Telepon Genggam





Menggunakan telepon genggam ketika mengemudi meningkatkan risiko lengah. Perhatian penuh sangat dibutuhkan saat melintas di rel kereta, baik untuk mendengar sirene, melihat lampu peringatan, maupun mengamati pergerakan kereta dari kejauhan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X