16 Ribu Mangrove Ditanam di Padang, Benteng Alami Hadapi Megathrust dan Tsunami

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 10:53 WIB
Aksi penanaman 16.000 bibit mangrove di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Jumat (22/8/2025). (Foto: Kominfo Padang)
Aksi penanaman 16.000 bibit mangrove di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Jumat (22/8/2025). (Foto: Kominfo Padang)


Sumbardaily.com, Padang – Upaya mitigasi bencana di pesisir barat Sumatera kembali diperkuat melalui aksi penanaman 16.000 bibit mangrove di Kota Padang, Jumat (22/8/2025). Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kota Padang bersama Yayasan Astra Honda Motor (AHM) sebagai bentuk kolaborasi menjaga lingkungan sekaligus memperkuat perlindungan wilayah rawan bencana.





Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa Kota Padang merupakan daerah yang berada di jalur megathrust, zona subduksi yang berpotensi memicu gempa besar dan tsunami. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pencegahan dan perlindungan berlapis, salah satunya melalui penanaman mangrove.





“Mangrove adalah benteng hidup yang mampu menahan terjangan ombak, bahkan tsunami. Dengan menanam 16 ribu bibit, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga melindungi masa depan Padang,” ujar Fadly.





Ia menambahkan, keberadaan mangrove memiliki manfaat ekologis yang luas. Selain menyerap emisi karbon dan menghasilkan oksigen, hutan mangrove juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, habitat biota laut, serta menjadi penopang ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada hasil laut.





Fadly mengapresiasi peran dunia usaha dalam mendukung gerakan hijau di pesisir Padang. Menurutnya, langkah Astra Honda Motor menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.





“Kami berharap semakin banyak pihak swasta yang terlibat dalam aksi serupa. Lingkungan hanya bisa terjaga jika ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor usaha,” tambahnya.





Fadly optimistis, gerakan ini akan memperkuat ketahanan Kota Padang menghadapi ancaman bencana. Ia menyebut mangrove sebagai tameng hijau yang diwariskan untuk generasi mendatang. “Bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan Padang,” tegasnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X