Sumbardaily.com, Padang – Tren penurunan angka kemiskinan di Sumatera Barat (Sumbar) terus berlanjut dalam sembilan tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin di provinsi ini menurun dari 371,56 ribu jiwa pada Maret 2016 menjadi 312,35 ribu jiwa per Maret 2025.
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, menyampaikan bahwa penurunan ini mencerminkan perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah tersebut, baik dari segi jumlah maupun persentase penduduk miskin.
“Secara umum, dalam rentang Maret 2016 hingga Maret 2025, tingkat kemiskinan di Sumbar menunjukkan tren menurun,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (8/8/2025).
Dalam periode setahun terakhir, yakni dari Maret 2024 ke Maret 2025, angka kemiskinan mengalami penurunan signifikan sebanyak 33,38 ribu jiwa, dari 345,73 ribu menjadi 312,35 ribu jiwa.
Penurunan juga tercatat pada periode September 2024, dengan angka mencapai 315,43 ribu jiwa—lebih tinggi dibandingkan data terakhir pada Maret 2025.
Namun demikian, Sugeng menjelaskan bahwa tren ini tidak merata di semua wilayah. Berdasarkan wilayah tempat tinggal, jumlah penduduk miskin di kawasan perkotaan turun 6,24 ribu jiwa menjadi 119,45 ribu jiwa.
Sebaliknya, di wilayah perdesaan justru terjadi kenaikan sebesar 3,15 ribu jiwa, sehingga totalnya menjadi 192,90 ribu jiwa.