Menuju Kota Kreatif Gastronomi, Padang Revitalisasi Kawasan Kota Tua

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 4 Juli 2025 | 11:55 WIB
Kawasan objek wisata Kota Tua Padang (Foto: Instagram Beyubaystory)
Kawasan objek wisata Kota Tua Padang (Foto: Instagram Beyubaystory)


Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mengakselerasi revitalisasi kawasan Kota Tua sebagai bagian dari strategi menjadikan kota ini sebagai pusat budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata unggulan di Sumatera Barat. Langkah ini sejalan dengan ambisi Padang untuk masuk dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sebagai Gastronomy City.





Upaya tersebut mengemuka dalam forum Pentahelix bertajuk Pengembangan Kawasan Kota Tua dan Padang Menuju Kota Kreatif Gastronomi yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (3/7/2025). Forum ini mempertemukan berbagai pihak untuk menyatukan gagasan, termasuk akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media.





Guru Besar Departemen Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada, Wiendu Nuryanti, menyampaikan bahwa kawasan Kota Tua Padang memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi simpul kegiatan budaya dan ekonomi yang berskala global. Ia menekankan pentingnya strategi rebranding Kota Padang agar lebih menonjolkan identitas lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri Sumatera Barat (Sumbar) dan Indonesia.





"Revitalisasi ini harus mampu menjadikan Kota Tua sebagai ruang publik yang hidup, bersahabat bagi wisatawan, dan menopang perekonomian masyarakat," ujar Wiendu.





Menurut Wiendu, kawasan yang sarat dengan nilai sejarah dan kekayaan budaya tersebut akan dihidupkan kembali melalui program strategis Jelajah Padang, yang mengintegrasikan pengalaman sejarah, kuliner, dan budaya dalam satu paket destinasi. Ia meyakini bahwa city branding yang kuat akan menjadikan Padang lebih dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.





Padang, imbuhnya, memiliki keunggulan geografis, potensi budaya yang beragam, dan keberagaman etnis yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. Apabila dikelola dengan pendekatan inklusif dan profesional, Kota Tua diyakini akan menjadi katalis pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.





"Multikulturalisme yang hidup berdampingan di Padang, bila dipadukan dengan atmosfer heritage Kota Tua, berpotensi besar memperkuat citra pariwisata kota ini," ujarnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X