Silat Masuk Olimpiade? Menpora Tunjuk Sumbar Jadi Pusat Pengembangan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 3 Juli 2025 | 22:53 WIB
Menpora Dito Ariotedjo saat menghadiri pelantikan Ketua IPSI Sumbar masa bakti 2025–2029, Kamis (3/7/2025) di Padang. (Foto: Dok Istimewa)
Menpora Dito Ariotedjo saat menghadiri pelantikan Ketua IPSI Sumbar masa bakti 2025–2029, Kamis (3/7/2025) di Padang. (Foto: Dok Istimewa)


Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah mendorong agar pencak silat, sebagai warisan budaya bangsa, dapat masuk dalam daftar cabang olahraga resmi Olimpiade. Target ambisius ini disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan Vasko Ruseimy sebagai Ketua IPSI Sumatera Barat (Sumbar) masa bakti 2025–2029, Kamis (3/7/2025) di Padang.





Dito mengungkapkan, upaya serius telah dilakukan pemerintah dengan menjalin komunikasi dan melobi langsung Presiden Komite Olimpiade Dunia. Tujuannya jelas, agar pencak silat Indonesia tidak lagi sebatas dikenal di ajang lokal seperti PON atau regional seperti SEA Games, tetapi bisa berdiri sejajar dengan karate, taekwondo, dan judo di pentas olahraga terbesar dunia, Olimpiade.





"Silat adalah diplomasi budaya. Kita tidak ingin ia hanya berakhir sebagai simbol lokal. Kita ingin pencak silat tampil sebagai olahraga global," ujar Dito.





Dalam konteks pengembangan nasional, Sumbar dinilai memiliki posisi strategis. Tidak hanya karena kekayaan tradisi silek Minangkabau, tetapi juga karena filosofi dan nilai kearifan lokal yang melandasi praktik silat di daerah ini. Menurut Dito, Sumbar ideal untuk dijadikan sebagai basis pengembangan pencak silat nasional.





"Sumbar punya warisan budaya yang kuat soal silat. Ini potensi yang tidak dimiliki daerah lain. Harus dimaksimalkan sebagai laboratorium hidup, baik untuk silat sebagai olahraga maupun sebagai narasi budaya," tambahnya.





Untuk itu, Dito menantang IPSI Sumbar di bawah kepemimpinan Vasko Ruseimy untuk segera menyusun konsep pengembangan silat yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia bahkan memberikan dukungan penuh dari kementerian, asalkan program yang diajukan bersifat konkret dan strategis.





"Saya tunggu program nyatanya. Jangan lama-lama. Kami siap dukung 1000 persen," tegasnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X