Pasang 700 Rambu Evakuasi, Padang Perkuat Mitigasi Gempa dan Tsunami

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 25 Juni 2025 | 08:02 WIB
Rambu jalur evakuasi gempa dan tsunami (Foto: BPBD Padang)
Rambu jalur evakuasi gempa dan tsunami (Foto: BPBD Padang)


Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang mengancam wilayah pesisir.





Salah satu bentuk nyata kesiapsiagaan tersebut adalah pemasangan sebanyak 700 rambu evakuasi bencana di berbagai titik strategis. Rambu-rambu ini dipasang di jalur-jalur yang dinilai rawan dan menjadi lintasan utama evakuasi ketika terjadi gempa atau tsunami.





Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi menjadikan Padang sebagai kota sehat sekaligus tangguh bencana. Pemko Padang telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp500 juta untuk perbaikan jalur evakuasi dan pelaksanaan simulasi kebencanaan.





"Pemasangan rambu evakuasi tidak akan optimal jika tidak disertai dengan infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan yang memadai. Keduanya harus dibangun beriringan agar jalur evakuasi benar-benar bisa digunakan saat darurat," kata Fadly Amran saat rapat koordinasi penanggulangan bencana gempa dan tsunami yang digelar di Aula Abu Bakar Jaar, Kompleks Balai Kota Padang, Selasa (24/6/2025).





Infrastruktur dan Edukasi Jadi Fokus





Pemko Padang juga merencanakan simulasi kebencanaan berskala besar dalam waktu dekat. Meskipun tanggal pelaksanaan belum ditetapkan, BPBD Kota Padang tengah melakukan sosialisasi kepada warga untuk menghindari kepanikan saat simulasi berlangsung.





Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Padang berada di zona rawan bencana gempa dan tsunami. Oleh karena itu, infrastruktur mitigasi, sistem peringatan dini, dan sarana evakuasi menjadi kebutuhan mendesak.





"Kami telah memasang 700 rambu evakuasi, menyediakan 25 titik zona aman (safe zone), serta membentuk tiga sel aktif untuk perlindungan masyarakat saat terjadi bencana," terang Hendri.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X