Apa yang Mendorong Seseorang Membunuh dan Memutilasi? Ini Penjelasan Psikolog

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 20 Juni 2025 | 15:48 WIB
Ilustrasi Pembunuhan (Foto: Freepik)
Ilustrasi Pembunuhan (Foto: Freepik)



Ia juga menyebutkan bahwa faktor relasi emosional yang rusak, seperti hubungan asmara, hutang, atau konflik keluarga, bisa menjadi pemicu tindakan ekstrem tersebut. Dalam beberapa kasus, ekspresi emosi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pelaku melampiaskan kemarahan atau dendam secara brutal.





Lebih lanjut, Alfi juga menyoroti kemungkinan pengaruh pembelajaran sosial, di mana pelaku belajar dari kasus-kasus mutilasi yang pernah terjadi sebelumnya. Pola ini semakin membahayakan ketika pelaku tidak menunjukkan rasa bersalah dan lebih didominasi oleh kemarahan ketimbang empati.





Menanggapi komentar warganet yang menyebut pelaku tampak tidak menyesal, Alfi menyebutkan bahwa ketidakmampuan berempati adalah salah satu indikator psikopat. "Jika perasaan marah lebih besar dari rasa bersalah, dan tidak ada empati, itu tanda serius dalam aspek kepribadian," jelasnya.





Sebagai bentuk pencegahan terhadap munculnya perilaku serupa, Alfi mendorong pentingnya pola komunikasi terbuka antara anak dan orang tua. Anak yang dibiasakan berbagi cerita dan emosi akan lebih mampu mengelola tekanan secara sehat.





"Orang tua sebaiknya membangun kedekatan yang aman dengan anak. Dengarkan, pahami rutinitas dan perubahan perilaku mereka. Kepekaan terhadap perubahan kecil bisa menjadi kunci pencegahan," ucapnya.





Ia juga mengingatkan pentingnya membentuk lingkungan sosial yang sehat dan suportif, terutama di kalangan remaja. Sikap saling menghormati, menjaga norma, dan beraktivitas sesuai usia menjadi landasan utama dalam mencegah tindakan kekerasan ekstrem.





"Mutilasi bukan hanya soal kekerasan fisik, tapi juga menunjukkan kerusakan pada sistem emosi dan relasi sosial pelaku. Karenanya, pendekatan pencegahan harus dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar," tutup Alfi. (red)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X