Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu AA Reggy, menegaskan bahwa identitas korban belum dapat dipastikan sebelum hasil autopsi dikeluarkan oleh tim forensik.
"Dari pihak penyidik, kami belum bisa menyimpulkan identitas korban. Semua petunjuk dari masyarakat kami tampung dan akan dicocokkan dengan hasil autopsi," ungkap Reggy.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima kedatangan sejumlah warga yang mengaku kehilangan anggota keluarga. Kepolisian membuka diri terhadap laporan masyarakat yang merasa kehilangan kerabat, guna membantu proses identifikasi dan memastikan fakta secara ilmiah.
"Silakan bagi masyarakat yang merasa kehilangan saudara, datang dan melapor kepada kami. Semua data dan keterangan akan kami verifikasi untuk memastikan keabsahannya," tambah Reggy.
Peristiwa ini masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Dugaan mutilasi pun menguat, seiring temuan potongan tubuh yang tidak utuh dan terpisah di dua wilayah. Penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kasus ini. (wan/red)