Tol Pertama di Sumbar Disambut Antusias, 139 Ribu Kendaraan Melintas

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 17 Juni 2025 | 20:25 WIB
Tol pertama di Sumbar, Padang-Sicincin, disambut antusias. Dalam 18 hari, 139 ribu kendaraan melintas, memangkas perjalanan 90%. (Foto: Dok Hutama Karya)
Tol pertama di Sumbar, Padang-Sicincin, disambut antusias. Dalam 18 hari, 139 ribu kendaraan melintas, memangkas perjalanan 90%. (Foto: Dok Hutama Karya)


Sumbardaily.com, Padang – Keberadaan Jalan Tol Padang-Sicincin, yang merupakan tol pertama di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) disambut antusias masyarakat. Hal itu tercermin dari volume kendaraan yang melintas mencapai 139.735 kendaraan pada 18 hari pertama pengoperasiannya. Dalam rentang waktu 28 Mei 2025 hingga 14 Juni 2025, rata-rata kendaraan yang menggunakan jalan bebas hambatan tersebut mencapai 7.354 per hari.





Antusiasme masyarakat terhadap tol yang dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya ini turut disampaikan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim. Dalam keterangannya, Adjib menyebut bahwa kehadiran tol sepanjang 36 kilometer tersebut memang tengah dinanti masyarakat.





Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Dengan menggunakan Tol Padang-Sicincin, perjalanan dari Padang menuju Sicincin dapat dipangkas secara signifikan, dari sekitar 1,5 jam apabila menggunakan jalan biasa, menjadi hanya 30 menit apabila melintas di jalan tol.





"Antusiasme masyarakat memang luar biasa. Hal ini terjadi karena memang tol memberikan solusi penting, yaitu memangkas waktu tempuh dan membuat perjalanan lebih nyaman, aman, dan cepat. Dengan infrastruktur yang tersedia, perjalanan yang biasanya 1,5 jam dapat dicapai hanya dalam setengah jam saja, sehingga terjadi penghematan waktu hingga 90 persen," ujar Adjib.





Selain memangkas waktu perjalanan, tol Padang-Sicincin juga turut mendongkrak perekonomian dan pariwisata di Sumatera Barat. Akses yang lebih mudah dari Bandara Internasional Minangkabau menuju destinasi unggulan, seperti Bukittinggi, membuat lalu lintas pariwisata dan perekonomian setempat turut bergeliat. Hal ini terjadi, khususnya pada saat libur sekolah dan musim liburan tengah tahun, ketika terjadi lonjakan kunjungan wisatawan domestik.





Salah satu masyarakat yang merasakan langsung dampak positif dari tol ini adalah Florina, seorang karyawan swasta asal Kota Padang yang sering bepergian ke Padang Panjang.





"Kalau dulu saya harus berangkat lebih awal dan menempuh perjalanan yang cukup lama, sekarang cukup setengah jam saja. Perbedaannya signifikan. Saya juga lebih hemat biaya BBM, dan perjalanan lebih nyaman karena kondisi jalan yang mulus dan bebas hambatan," katanya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X