Hal senada juga disampaikan Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi. Menurutnya, kegiatan seperti ini berkontribusi langsung terhadap visi Kota Padang sebagai kota bersih dan sehat yang berkelanjutan.
"Kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada PLN. Dengan kegiatan ini, masyarakat pun mitra binaan bank sampah terlibat langsung dan semakin sadar pentingnya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Kolaborasi seperti inilah yang mempercepat terwujudnya Kota Padang yang bersih dan nyaman," ujarnya.
Momen penting lainnya dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Surat Keputusan Pembentukan Kelompok Peduli Lingkungan oleh Lurah Air Manis, Salomon Eka Putra. SK tersebut menandai terbentuknya komunitas lingkungan lokal yang akan berperan aktif dalam pengawasan dan pengelolaan sampah di kawasan pesisir tersebut.
Untuk memperkuat dampak edukatif, panitia menghadirkan Robby Febriansyah dari komunitas Trush 2 Move dalam sesi sharing experience. Robby membagikan pengalaman tentang pentingnya membangun kesadaran lingkungan berbasis komunitas dan bagaimana pola pengelolaan sampah yang efektif bisa dijalankan secara berkelanjutan.
Kegiatan juga diramaikan dengan kunjungan ke sejumlah booth mitra binaan bank sampah, termasuk Pasia Nan Tigo dan Minagot, yang menampilkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga memiliki potensi pemberdayaan ekonomi.
Salah seorang warga yang ikut serta dalam kegiatan ini, Jack, menyampaikan rasa bahagianya karena pantai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar akhirnya mendapat perhatian lebih.
"Saya benar-benar merasa terharu. Pantai ini sering jadi tempat kami beraktivitas, dan baru kali ini terasa begitu ramai dan peduli. Terima kasih PLN, ini bukan cuma urusan listrik dan bersih-bersih, tapi terbukti nyata bahwa kita bisa menjaga alam bersama," ujarnya.
Sebagai penutup acara, seluruh peserta membentuk barisan panjang dan saling bergandengan tangan di bibir pantai sebagai simbol solidaritas dalam menjaga kelestarian bumi. Aksi ini menggambarkan semangat kolaboratif dan kekuatan kebersamaan dalam menciptakan perubahan lingkungan yang berkelanjutan.