Sumbardaily.com, Padang – Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mengalami aktivitas seismik yang cukup signifikan selama periode satu minggu terakhir. Data yang dirilis BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang menunjukkan tercatat 18 kejadian gempa bumi dalam rentang waktu 30 Mei hingga 5 Juni 2025.
Dari total 18 gempa yang terpantau oleh BMKG, hanya satu kejadian yang berdampak langsung dan dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya penduduk Kota Padang dan Padang Panjang.
Gempa Terbesar Magnitudo 4,6 Guncang Padang
Gempa dengan dampak paling signifikan terjadi pada Minggu, 1 Juni 2025 pukul 23.13 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,6. Berdasarkan data BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 0.47° LS dan 99.91° BT, tepatnya sekitar 21 kilometer arah barat daya Lubukbasung, Kabupaten Agam, dengan kedalaman hiposenter mencapai 86 kilometer.
Guncangan gempa pada 1 Juni tersebut dirasakan warga Padang dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), yang menandakan getaran terasa jelas di dalam bangunan dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang. Sementara di Padang Panjang, intensitas gempa lebih lemah yakni I-II MMI, hanya dirasakan oleh sebagian kecil penduduk.
Analisis Distribusi Magnitudo dan Kedalaman
Berdasarkan analisis data BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, distribusi kekuatan gempa menunjukkan pola yang beragam. Sembilan kejadian gempa tercatat memiliki magnitudo di bawah 3,0, sedangkan sembilan kejadian lainnya berada dalam rentang magnitudo 3,0 hingga 5,0.
Gempa dengan magnitudo paling tinggi mencapai 4,7, sementara yang terendah tercatat pada magnitudo 1,7. Variasi kekuatan ini menunjukkan aktivitas seismik yang cukup dinamis di wilayah Sumbar.
Dari aspek kedalaman, BMKG mencatat bahwa 14 dari total 18 gempa tergolong dalam kategori dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Empat gempa sisanya berada pada kategori kedalaman menengah, yaitu antara 60 hingga 300 kilometer.