Sumbardaily.com, Jakarta – Universitas Paramadina mencatat pencapaian akademik terbaru dengan mengukuhkan Prof Ahmad Azmy, SE, MM, CHRM sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis. Prosesi pengukuhan berlangsung secara khidmat di Auditorium Gedung Nurcholish Madjid, Kampus Paramadina Cipayung.
Pengukuhan Ahmad Azmy sebagai Guru Besar ini menandai tonggak penting bagi Universitas Paramadina dalam mengembangkan kapasitas akademik di bidang manajemen sumber daya manusia. Acara yang dihadiri sejumlah tokoh pendidikan nasional ini menjadi momentum bersejarah bagi institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan pendekatan humanis dalam pembelajaran.
Orasi Ilmiah Tentang Employee Happiness Strategy
Dalam orasi ilmiahnya bertajuk "Employee Happiness Strategy untuk menunjang Organizational Performance Menuju Indonesia Sejahtera", Ahmad Azmy menyampaikan pandangan mendalam tentang peranan kebahagiaan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi yang optimal.
Menurutnya, kebahagiaan karyawan bukan sekadar aspek emosional tambahan, melainkan komponen fundamental yang memiliki hubungan langsung dengan tingkat produktivitas dan profitabilitas perusahaan. Pendekatan ini menawarkan perspektif baru dalam manajemen sumber daya manusia yang lebih holistik.
"Kebahagiaan karyawan merupakan fungsi integral. Korelasi kebahagiaan dalam bekerja pasti akan mengarah pada tren kenaikan laba," tegas Azmy dalam paparannya. Ia menegaskan bahwa indeks kebahagiaan dapat dijadikan parameter strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi, baik dari aspek finansial maupun tingkat kepuasan pelanggan.
Guru Besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis ini juga menggarisbawahi signifikansi peran manajer dalam menciptakan atmosfer kerja yang kondusif dan memotivasi. Menurutnya, kesejahteraan psikologis karyawan harus menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan organisasi jangka panjang.
"Kebahagiaan karyawan harus dirasakan di tempat kerja sebagai stimulator pekerjaan dan penggerak kualitas bisnis," jelas Azmy. Ia mengajak seluruh organisasi untuk menempatkan kesejahteraan mental karyawan sebagai prioritas strategis dalam membangun kapabilitas berkelanjutan.