Sumbardaily.com, Padang Panjang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Padang Panjang mencatat peningkatan aktivitas kegempaan di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya selama periode 23 hingga 29 Mei 2025.
Dalam kurun waktu tersebut, tercatat 13 kali gempabumi mengguncang, dengan tiga di antaranya dirasakan oleh masyarakat sekitar pusat gempa.
BMKG Padang Panjang menjelaskan bahwa sebagian besar aktivitas seismik ini merupakan dampak dari pergerakan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.
Interaksi kedua lempeng ini pada tiga zona subduksi utama, ditambah aktivitas sesar lokal, menjadi pemicu utama serangkaian guncangan yang terjadi.
Dari total 13 gempabumi yang tercatat, tiga kejadian menonjol karena intensitasnya yang dirasakan, berkisar antara II hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Skala MMI mengukur intensitas guncangan gempa berdasarkan dampak yang dirasakan oleh manusia dan efeknya terhadap bangunan.
Rincian Gempa Bumi yang Dirasakan