30 Guru IPS Sumbar Ikuti Pelatihan Pendidikan Demokrasi Universitas Paramadina dan KAS

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 27 Mei 2025 | 20:42 WIB
Universitas Paramadina bersama KAS dan Dinas Pendidikan Sumbar gelar pelatihan pendidikan demokrasi untuk 30 guru IPS di Padang, 26-28 Mei 2026. (Foto: Dok Universitas Paramadina)
Universitas Paramadina bersama KAS dan Dinas Pendidikan Sumbar gelar pelatihan pendidikan demokrasi untuk 30 guru IPS di Padang, 26-28 Mei 2026. (Foto: Dok Universitas Paramadina)


Sumbardaily.com, Padang – Inisiatif penguatan pendidikan demokrasi di tingkat sekolah menengah mendapat momentum penting melalui penyelenggaraan workshop khusus bagi tenaga pendidik di Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan yang berlangsung di Padang, pada 26-28 Mei 2026 ini menandai langkah strategis dalam mengembangkan kapasitas guru dalam menanamkan nilai-nilai demokratis kepada peserta didik.





Barlius selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar secara simbolis meresmikan kegiatan workshop tiga hari tersebut. Acara pembukaan yang digelar pada Senin (26/5/2025) ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam mendukung transformasi pendidikan yang lebih partisipatif dan inklusif.





Program ini lahir dari sinergi strategis antara PIER Universitas Paramadina, Konrad Adenauer Stiftung (KAS) yang merupakan organisasi Jerman penggerak demokratisasi internasional, dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar. Kolaborasi lintas institusi ini mencerminkan pendekatan komprehensif dalam memperkuat fondasi demokrasi melalui jalur pendidikan formal.





Sebanyak 30 pendidik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dari jenjang SMA dan SMK se-Kota Padang terpilih sebagai peserta program intensif ini. Para guru akan mendapatkan pembekalan mendalam mengenai esensi nilai-nilai demokratis serta teknik-teknik pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif dan inklusivitas di dalam kelas.





Direktur Eksekutif PIER Universitas Paramadina, Djayadi Hanan menegaskan bahwa workshop ini memiliki dimensi ganda yang sangat krusial. Program tidak semata-mata menyampaikan konten tentang demokrasi, melainkan juga mendemonstrasikan bagaimana proses pembelajaran itu sendiri harus mencerminkan prinsip-prinsip demokratis.





"Aspek fundamental yang ingin kami tekankan adalah bagaimana menyampaikan konsep demokrasi melalui cara-cara yang demokratis pula. Metodologi pengajaran memiliki peran determinan dalam menentukan sejauh mana nilai-nilai tersebut dapat terinternalisasi secara otentik dalam diri peserta didik," papar Djayadi Hanan.





Tim fasilitator workshop ini terdiri dari para ahli dan praktisi berpengalaman di bidang pendidikan demokrasi. Danang Binuko, dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI akan berbagi pengalaman dari perspektif kebijakan pemerintahan. Mohammad Abduhzen, seorang pengamat pendidikan sekaligus advisor PIER Universitas Paramadina, akan menyumbangkan keahliannya dalam analisis sistem pendidikan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X